Damayanti Wisnu Putranti Kader PDIP yang Terindikasi Korupsi Akan Dipecat



Politisi PDIP yang juga Anggota Komisi III DPR, Masinton Pasaribu menegaskan partainya akan langsung memecat Damayanti Wisnu Putranti jika terbukti terlibat kasus korupsi. 

Damayanti merupakan Anggota Komisi V DPR dari Fraksi PDIP, yang baru saja ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) atas dugaan terlibat dalam kasus korupsi. 

"Ini sedang kami pastikan kebenaran infonya. Jika benar kader PDI Perjuangan melakukan korupsi, langsung dipecat," ujar Masinton kepada CNN Indonesia, Rabu (13/1). 
  
Masinton mengatakan, sanksi pemecatan tersebut sudah ditegaskan oleh Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) di Kemayoran, Jakarta. 

Dia mencurigai, ada pihak yang mencoba mengaitkan penangkapan Damayanti dengan pelaksanaan Rakernas PDIP, yang berlangsung pada 10-12 Januari 2016. 

"Itu arahan Ibu Megawati saat pengarahan internal pada Rakernas Partai di Kemayoran, karena biaya Rakernas sudah ditanggung oleh DPP PDI Perjuangan," jelas Masinton. 

Damayanti merupakan orang pertama yang ditangkap oleh KPK pada tahun ini. Operasi tangkap tangan ini juga yang perdana di era kepengurusan KPK jilid IV, di bawah kepemimpinan Agus Rahardjo. 

Damayanti dibawa ke gedung KPK pada Rabu (13/1) malam sekitar pukul 22.00 WIB menggunakan mobil Toyota Alphard Vellfire berwarna hitam dengan nomor pelat B 5 DWP.


Ini Profil Singkat Damayanti Wisnu Putranti, Politisi PDIP yang Ditangkap KPK


Damayanti Wisnu Putranti (DWP) merupakan satu dari 109 caleg PDIP yang berhasil lolos ke senayan pada pemilu legislatif 2014 lalu. Ia mengantongi 67.650 suara di daerah pemilihan Jawa Tengah IX yang meliputi Brebes, Tegal, dan Slawi.

Damayanti lalu tergabung di Komisi V DPR yang membidangi salah satunya terkait Pekerjaan Umum. Di luar kesibukannya sebagai anggota dewan, Damayanti adalah ibu dari 4 orang anak.

Perempuan kelahiran Jakarta 2 November 1970 itu mendapat gelar sarjana dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Katolik Parahyangan, Bandung. Kemudian melanjutkan S2 ke Universitas Islam Sultan Agung Semarang dengan mengambil jurusan Magister Hukum.

Sebelum menjadi anggota DPR, Damayanti sempat menjadi Sekretaris Direktur Ciliwung Cisadane dan Sekretaris Dirjen Sumber Daya Air di Dinas Pekerjaan Umum.

Sebagai pengusaha, ia menduduki posisi komisaris PT Polatek Rancang Bangun dan PT Adi Reka Tama. Kedua perusahaan tersebut masing-masing bergerak di  bidang Konsultan DPU dan Pengadaan Barang dan Jasa.

Belum genap 1,5 tahun dilantik, DWP justru diamankan KPK. Belum ada keterangan resmi dari KPK, soal penangkapan ini. Tapi sumber-sumber di KPK menyebut kalau Damayanti masih menjalani pemeriksaan. 

Damayanti diamankan pada Rabu (13/1) sore di kawasan Senayan. Alphard B 5 DWP milik Damayanti sejak semalam juga ikut dibawa KPK. 
 

Popular Posts